Menulis Resume di Blog

 

Resume ke-2.Gelombang ke-34
Selasa, 21 April 2026.
Narasumber: Raliyanti, S.Sos.,S.Kom., M.Pd.
Moderator  : Widya Arema.

Menulis Resume di Blog
Oleh Noer L Watie

Karangan atau tulisan yang panjang terkadang melelahkan untuk dibaca, maka perlu di resume. Dalam resume kita menuliskan kembali informasi pokok saja tidak secara detail, atau tepatnya ringkasan, diambil bagian yang penting saja. Hal ini disampaikan oleh narasumber Raliyanti, S.Sos.,S.Kom., M.Pd. Di  kelas belajar menulis nusantara PGRI.

“Mengapa kita perlu menulis di blog dengan cepat?” Karena kita berharap ada pengunjung yang datang membaca tulisan kita. Kata narasumber.

Pertemuan kedua dengan materi yang berisi membuat peserta begitu antusias, termasuk saya sendiri, begitu semangatnya sampai terhapus semua catatan obrolan dan materi. Niat mau memilih materi yang akan diberi bintang agar mudah mencarinya tetapi ternyata setelah dihapus hilang semua.

Panik dan gugup mengetahui catatan menghilang, namun untungnya ada salah satu dari pembimbing yang membantu mengirimkan ringkasan materi.

Kembali ke resume blog, trik cepat agar tidak tertinggal. Jelas mempunyai beberapa trik, triknya seperti apa?

Pertama kita menyiapka laptop yang terhubung dengan WhatsApp Web, agar kita mudah dalam menulis. Jika kita tidak memiliki laptop bisa dengan ponsel tetapi agak lama.

Kedua kita harus menyiapkan narasi pembuka yang disampaikan oleh narasumber dan juga menyiapkan narasi penutup sebagai kesimpulan dari materi yang disampaikan.

Ketiga Tulislah resume dengan kalimat yang pendek-pendek agar pembaca mudah dalam memahaminya. Tulisan yang panjang dan berbelit tidak akan disukai pembaca.

Keempat tulislah pernyataan narasumber dengan gaya bahasa  yang dikemas dengan gaya bahasa sendiri namun artinya tetap sama. Hindari menyalin atau plagiat.

Resume bukan sekedar menyalin tulisan saja tetapi bagaimana kita bisa melatih kebiasaan dan keahlian kita dalam berpikir dan membuat tulisan kita lebih bermakna dan bernilai. Semakin bagus dan sering maka tulisan kita akan ditunggu oleh pembaca.

Bagi penulis awal kendala yang membuat malas menulis karena kita kurang percaya diri, tidak siap dengan segala permasalahan, takut akan dikeritik.

Antisipasi agar hal ini tidak terjadi pada penulis maka kita persiapkan juga:

    Percaya diri yang kuat, jangan takut tulisan kita tidak bagus, terima keritikan yang akan membantu kita memperbaiki tulisan, tulisan kita harus memberikan informasi yang edukatif, dan menulislah diberbagai blog agar pembaca menemukan hal yang baru dari tulisan kita.

  Terakhir jadilah penulis yang sepenuh hati, dan konsisten. Disiplin dalam menulis karena tulisan bukan sekedar aksara tetapi akan memiliki nilai yang berbeda.

Tulisan yang bernilai akan dikenang oleh pembaca.()

Way Kanan, 21 April 2026.

 

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadikan Penulis Sebagai Passion